Amalan yang tak akan putus
Taukah kalian bahwa ada amal yang tidak akan putus sampai kelak kita
meninggal dunia. Dalam sebuah hadist yang bersumber dari As Shahih
diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah saw
bersabda :
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ
ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُوْ لَهُ
“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya
kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau
anak shalih yang mendoakan kepadanya”
Maksud dari ketiga perkara di atas yaitu:
1. Shadaqoh Jariyah
“Allah mencatat semua amal dan bekas-bekas yang ditinggalkannya” (Yaa Siin 36: 12)
Dalam hal ini Shadaqah jariyah itu adalah shadaqah yang dikeluarkan
manusia pada masa hidupnya untuk kepentingan yang bermanfaat orang lain.
Contohnya :
a. Sedekah yang kita berikan pada Masjid, atau pada kepentingan umum
yang selama itu masih dipakai, meski kita meninggal, namun pahalanya
tetap mengalira.
b. Menyumbangkan kursi roda ke rumah sakit.
c. Memberikan al-Quran pada seseorang.
d. Membantu mendidik seorang anak.
e. Mengajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu,anda dapat hasanah.
f. Menanam sebuah pohon.
g. Sedekah yang dikeluarkan dari hartanya ketika sehat semasa
hidupnya, kesemuanya itu akan menyertainya setelah meninggalnya.” (HR.
Ibnu Majah).
2. Ilmu Yang Bermanfaat
Yang dimaksud dengan ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang diajarkan
kepada orang lain, sementara ilmu itu terus dipakai orang. Di dalam
Al-Qur-an terkadang Allah Ta’ala menyebutkan ilmu pada kedudukan yang
terpuji, yaitu ilmu yang bermanfaat. Dan terkadang Dia menyebutkan ilmu
pada kedudukan yang tercela, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat.
Adapun firman Allah Ta’ala,
“… Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’…”
[Az-Zumar: 9]
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
[Ali ‘Imran: 18]
“… Dan katakanlah: ‘Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’”
[Thaahaa: 114]
“… Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.”
[Faathir: 28]
Firman Allah Ta’ala tentang kisah Adam dan pelajaran yang
didapatkannya dari Allah tentang nama-nama segala sesuatu, dan
memberitahukannya kepada para Malaikat. Para Malaikat pun berkata,
“Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.’”
[Al-Baqarah: 32]
Dan firman Allah Ta’ala mengenai kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidhir.
Nabi Musa berkata kepadanya,
“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?’”
[Al-Kahfi: 66]
Itu semua merupakan ilmu yang bermanfaat. Adapun ilmu yang Allah
Ta’ala sebutkan pada kedudukan tercela, yaitu ilmu sihir seperti
firman-Nya,
“… Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat. Dan sungguh mereka sudah tahu barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh sangat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui.”
[Al-Baqarah: 102]
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.”
[Ar-Ruum: 7]
3. Anak Shalih Yang Mendoakan Kepadanya
Anak shalih yaitu anak yang mau mendoakan kedua orang tuanya yang
sudah meninggal. Doa tersebut tentu sangat diinantikan oleh orang tua
kita di alam sana ketika mereka sudah meninggal
Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Shalih’ dan yang
diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka
dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa
ini.
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar